Baca Juga: Ribuan SPPG Disetop, BGN Ungkap Dugaan Bahan Baku MBG Rusak di Balik Kasus Keracunan Daerah
"Walaupun saya bilang 70 persen, tapi itu dilihat dari kacamata universal, itu 70 persen bisa menyinggung apapun yang ada. Saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan dari program pemerintah, itu tidak. Saya tidak menyinggung program pemerintah," jelasnya.
"Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem," sambungnya.
Terkait video yang kemudian dikaitkan dengan MBG Karo, GP menyebut hubungan tersebut muncul setelah pihak lain menyebarkan rekaman dan menghubungkannya dengan kasus yang terjadi di Karo.
"Dari pihak yang menyebarluaskan melakukan cocoklogi oleh salah satu korban KLB yang ada di Karo. Jadi, saya ucapkan sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada saya ingin viral atau menyinggung korban atau programnya," paparnya lagi.
Baca Juga: Siswi Karo Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSCM, Dokter Pastikan Memori dan Fungsi Otaknya Baik
GP kemudian menjelaskan bahwa video tersebut sebelumnya hanya dibagikan melalui Status WhatsApp. Ia mengatakan akses terhadap unggahan itu juga telah dibatasi untuk sejumlah orang.
"Diunggah di Status WhatsApp aja sebenarnya dan sudah saya exclude dari banyak orang, ternyata dari close friend itu ada yang menyebarluaskan, di-upload di story dia sehingga penonton dari orang tersebut bisa menyebarluaskan kemana-mana hingga terjadi kegaduhan di sosial media," terangnya.
Klarifikasi GP tersebut disampaikan setelah video yang semula berada di lingkup Status WhatsApp menyebar lebih luas dan memunculkan berbagai tafsir di media sosial.
"Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem," sambungnya.
Dalam persoalan tersebut, Badan Gizi Nasional atau BGN Regional DIY juga telah mengambil langkah terhadap pihak terkait. BGN memberikan teguran kepada GP serta SPPG tempatnya bekerja.
"Di hari Jumat kemarin, saya bikin story makan katsu, di mana katsu itu masakan dari hari sebelumnya," ujar GP.
Di akhir klarifikasinya, GP kembali menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah video tersebut tersebar.
"Mohon maaf sekali lagi, terima kasih," tukasnya.***
Artikel Terkait
RDP Keracunan MBG di Karo Memanas, Orang Tua Siswa Ungkap Anak Alami Gangguan Ginjal dan Takut Keramaian
Kasus Keracunan MBG Berulang, Mahfud MD Desak SPPG yang Bersalah Diproses Hukum
273 Siswa dan 43 Guru Diduga Keracunan MBG di Pati, Makanan Datang Terlambat hingga SPPG Ditutup
269 Siswa di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG, 59 Dirawat Inap dan Sampel Makanan Diperiksa
Kasus Keracunan MBG Berulang, BPOM Ungkap Makanan Lebih dari 4 Jam Bisa Basi Sebelum Diterima Siswa
Dugaan Keracunan MBG di Pariaman, 142 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit dan SPPG Ungkap Soal Uji Makanan