Menurut Herdiat, persoalan kekeringan memiliki dampak yang lebih luas. Selain menyangkut kebutuhan air bersih, kondisi tersebut dapat berimbas terhadap pertanian dan perekonomian masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis tetap diminta bergerak dalam penanganan dampak Kekeringan.
Bupati Herdiat menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat langkah antisipasi, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan memberikan dukungan terhadap sektor pertanian.
Baca Juga: YKI Ciamis Salurkan Santunan untuk 78 Pejuang Kanker, Bupati Herdiat Instruksikan Bantuan Bulanan
Penanganan juga diarahkan untuk membantu kebutuhan lain yang terdampak akibat keterbatasan air. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan pelaksanaan Shalat Istisqo yang diikuti masyarakat di Alun-Alun Ciamis.
Herdiat menilai penanganan kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu bergerak bersama ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta elemen masyarakat lainnya.
“Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan ini,” ajaknya.***
Artikel Terkait
Pengajian Rutin ASN Ciamis Jadi Momen Ngecas Keimanan di Tengah Padatnya Rutinitas Kerja
Cegah Darurat Sampah, Bupati Herdiat Sunarya Pimpin Gerakan Jumat Bersih di Ciamis Usai Raih Penghargaan Kebersihan
Peringati Haornas ke-43 Tahun 2026, GEMAR Gerakkan Masyarakat Aktif dan Bugar di Ruang Publik Ciamis
Festival Literasi Ciamis 2026 Digelar, Herdiat Ingatkan Warga Jangan Berhenti Belajar di Era Digital
Pemkab Ciamis Hadapi Evaluasi Pemerintahan Digital 2026, Layanan Publik Diminta Makin Terintegrasi
Kabupaten Ciamis Raih Terbaik II Nasional, UPUBKB Uji Berkala Kendaraan Bermotor Jadi Andalan Dishub Ciamis