• Minggu, 11 Oktober 2026

Banjir Padang Rendam 120 Rumah, 238 Warga Dievakuasi dan 498 Orang Terdampak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:10 WIB
Banjir Padang merendam 120 rumah dan berdampak pada 498 warga di tiga kecamatan, Sabtu, 10 Oktober 2026. Sebanyak 238 orang dievakuasi.   (Instagram/sumbartive - andri_novico - tugiran110)
Banjir Padang merendam 120 rumah dan berdampak pada 498 warga di tiga kecamatan, Sabtu, 10 Oktober 2026. Sebanyak 238 orang dievakuasi. (Instagram/sumbartive - andri_novico - tugiran110)

PADANG, Mediapriangan.com - Luapan Sungai Lubuk Minturun memicu banjir yang merendam permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ratusan warga terdampak, sementara tim gabungan bergerak mengevakuasi masyarakat dari kawasan yang terendam.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Sabtu pukul 22.45 WIB mencatat 498 warga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 238 orang telah dievakuasi. Genangan juga merendam sedikitnya 120 rumah di sejumlah lokasi.

Banjir Padang kali ini meluas ke tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Petugas gabungan dikerahkan untuk membantu warga meninggalkan kawasan berisiko, terutama di titik-titik yang terdampak luapan sungai.

Baca Juga: Mayat Terborgol di Kendal Dikaitkan dengan Dapur MBG, BGN Tegaskan Bangunan Bukan SPPG

Tiga Kecamatan Terdampak Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut Kecamatan Kuranji mencatat jumlah warga terdampak paling banyak, yakni 245 orang.

Di Kecamatan Koto Tangah, terdapat 208 warga terdampak, termasuk masyarakat yang tinggal di Kelurahan Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto. Sementara itu, Kecamatan Nanggalo mencatat 45 warga terdampak, terutama di Kelurahan Tabing Banda Gadang.

Sejumlah titik menjadi perhatian petugas dalam proses penyelamatan, di antaranya Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, serta kompleks Lumin Park di sekitar Lubuk Minturun.

Luapan Sungai Lubuk Minturun membuat warga di kawasan sekitar aliran air harus menghadapi genangan yang masuk ke permukiman. Kondisi tersebut mendorong petugas memprioritaskan penyelamatan warga dari lokasi yang dinilai berisiko.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jabodetabek 11 Oktober 2026, Bogor hingga Depok Masuk Daftar Waspada

Arus Deras Hambat Evakuasi Warga

Proses evakuasi warga dilakukan BPBD Kota Padang bersama Tim Reaksi Cepat, TNI, Polri, dan unsur terkait. Petugas membantu masyarakat keluar dari rumah yang terendam, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Di beberapa lokasi, derasnya arus air menjadi kendala dalam operasi penyelamatan. Petugas menggunakan perahu karet, tandu, dan tali untuk membantu warga menuju tempat yang lebih aman.

Pemerintah Kota Padang juga mengerahkan sejumlah instansi, antara lain pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan, dengan dukungan TNI dan Polri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X