Modifikasi Cuaca Dilakukan Sejak 15 Oktober
Di tengah keluhan warga mengenai kabut asap Palembang, operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice telah dilaksanakan sejak Kamis, 15 Oktober 2026.
Upaya tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu penanganan dampak karhutla yang memicu pencemaran udara.
Hingga Senin, 19 Oktober 2026, tercatat 11 kali penyemaian dengan total penggunaan 8,8 ton dry ice. Pada hari yang sama, petugas melakukan dua sortie penyemaian menggunakan 1,6 ton dry ice, disertai satu sortie penyemaian natrium klorida atau NaCl sebanyak 800 kilogram.
Baca Juga: Karhutla Papua Selatan Bakar Ladang Sagu di Merauke, Warga Adat Berjuang Selamatkan Warisan Leluhur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan efektivitas penggunaan dry ice dalam operasi modifikasi cuaca akan terus dievaluasi.
Apabila metode tersebut menunjukkan hasil yang efektif, penerapannya dapat digunakan di wilayah lain yang mengalami dampak serupa.
Meski upaya tersebut telah berjalan, unggahan warga pada 22 Oktober 2026 masih memperlihatkan keluhan mengenai jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap Palembang.
Kondisi itu kembali memunculkan pertanyaan warga mengenai hasil penanganan kebakaran dan upaya pengurangan asap di wilayah tersebut.***
Artikel Terkait
Karhutla Bromo Tewaskan Empat Orang, Asap Pekat dan Angin Berubah Arah Bikin Tim Terjebak
Api Karhutla Dekati Pondok Ladang di Kutai Barat Kaltim, Relawan Kewalahan Hadapi Keterbatasan Alat dan Air
Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Diperluas, Pesawat Hercules Disiapkan Perkuat Operasi Dry Ice
Korban Karhutla Gunung Bromo Bertambah, Relawan Munawi Meninggal Usai Alami Luka Bakar di Atas 50 Persen
Karhutla Jadi Perhatian Pemerintah, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Perusahaan Terlibat Bakal Ditindak Tegas
Api Karhutla Gunung Lawu Meluas Dekati Candi Cetho, 300 Personel Dikerahkan dan Water Bombing Terkendala Cuaca