"Solusi tersebut mencakup tindakan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari masyarakat dan upaya jangka panjang untuk mencari sumber air permanen," ujarnya.
Wakil Bupati Garut juga menyoroti tantangan dalam mendistribusikan air. Meskipun air telah disalurkan kepada masyarakat di 19 kecamatan terdampak, keterbatasan armada kendaraan menjadi kendala dalam distribusi.
"Kami hanya memiliki 7 mobil tangki yang kami inventarisir, dan mereka terus beroperasi setiap hari untuk mendistribusikan air," tambahnya.
Selama masa tanggap darurat ini, Wakil Bupati Garut mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berperan aktif dalam mendeteksi sumber air yang dapat dimanfaatkan.
Masyarakat diimbau untuk menginformasikan keberadaan sumber air kepada Pemerintah Kabupaten Garut, sehingga Tim Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dapat segera menindaklanjuti.
Pemerintah juga mengapresiasi inisiatif masyarakat yang ikut serta dalam mengatasi masalah kekeringan, termasuk pembuatan sumur bor secara gotong royong.
Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kunci untuk mengatasi krisis kekeringan yang saat ini sedang dihadapi Kabupaten Garut.
"Ini adalah momen di mana masyarakat dapat memberikan solusi yang berarti. Dalam beberapa kasus, masyarakat berkolaborasi untuk membuat sumur bor, yang sangat kami hargai," ungkapnya.***