Dr. Hendi berharap bakti sosial ini memberikan manfaat estetik dan fungsi bagi para pasien, serta mengucapkan terima kasih kepada RSUD dr. Slamet Garut atas penyelenggaraan kegiatan ini.
Salah satu keluarga pasien, Encep, menyampaikan bahwa persyaratan untuk mengikuti bakti sosial ini cukup mudah, dengan hanya menyiapkan Kartu BPJS Kesehatan, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk suami dan istri.
Encep merasa senang dapat membantu meringankan beban keluarga melalui bakti sosial ini.
Ia menyaksikan operasi celah bibir yang berlangsung sekitar satu jam memberikan harapan baru bagi anaknya, Muhammad Syamil.
Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Garut, Bambang Hafidz, menyatakan apresiasi pemerintah daerah terhadap kegiatan bakti sosial ini.
Ia berharap partisipasi lebih banyak pihak di Kabupaten Garut untuk membantu penderita bibir sumbing.
Baca Juga: Wahana Alam Parung Tasikmalaya, Destinasi Wisata Dengan Berbagai Kuliner Khas Daerah yang Unik
Bambang juga mengajak penderita bibir sumbing di Kabupaten Garut untuk bersiap mengikuti kegiatan bakti sosial yang direncanakan akan dilaksanakan dua kali setahun oleh RSUD dr. Slamet Garut.
"Sekali lagi, tinggal melapor ke kepala desa atau ke kecamatan. Masyarakat yang mengetahui adanya penderita, baik itu orang tua atau warga, dapat datang langsung ke kantor kecamatan atau desa untuk mendaftarkan diri. Dengan begitu, nantinya dapat difasilitasi oleh camat dan kepala desa," ucapnya.
Dengan melibatkan instansi di Kabupaten Garut, Bambang berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan kepedulian terhadap penderita bibir sumbing, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi.***