"Jika kita kehilangan adat, kita kehilangan identitas sejati bangsa. Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, memiliki ratusan masyarakat adat yang membuat Indonesia menjadi Nusantara yang harus kita jaga," ujar Yasonna.
Ia juga menekankan bahwa kekayaan intelektual merupakan topik penting dalam berbagai forum dan seminar.
Menurutnya, kekayaan intelektual memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa.
"Penelitian dan pengalaman global mengindikasikan adanya hubungan positif antara pengembangan ekosistem kekayaan intelektual dan peningkatan pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas penerimaan empat Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Kabupaten Pangandaran.
"Sertifikat KIK tersebut diberikan untuk Kesenian Ronggeng Amen, Kesenian Lebon, Kesenian Badud, dan Tradisi Hajat Laut," ungkapnya.
H. Jeje Wiradinata juga menjelaskan penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Pangandaran.
"KIK adalah aset penting yang mencerminkan identitas budaya, kearifan lokal, dan warisan nenek moyang yang harus kita lestarikan," jelasnya.
Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan masyarakat adat dengan warisan budaya, sekaligus melindungi dan mempromosikan kearifan lokal yang menjadi bagian integral dari sejarah dan kehidupan masyarakat.***