Ade menjelaskan modus operandi yang digunakan oleh sindikat ini, yaitu menargetkan rumah-rumah kosong yang tidak berpenghuni.
“Pelaku memilih rumah kosong secara acak sebagai target mereka,” ungkap Ade.
Untuk memasuki rumah-rumah tersebut, para pelaku menggunakan cara dengan mencongkel gerbang dan pintu sebelum menggasak barang-barang berharga di dalamnya.
"Jika rumah dalam kondisi kosong, mereka akan mencongkel gerbang dan pintu untuk mengambil barang milik korban," lanjutnya.
Sudah Bobol 20 Rumah Kosong
Pada kesempatan berbeda, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengungkapkan bahwa komplotan pencuri ini telah beraksi di lebih dari 20 lokasi pembobolan rumah kosong.
"Kami telah menangkap pelaku sindikat pencurian rumah kosong ini, dan mereka sudah beraksi di lebih dari 20 TKP," terang Abdul kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 18 Januari 2025.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa pelaku bernama Reza telah melakukan pencurian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Reza mengakui telah melakukan pencurian di wilayah kami,” ujar Abdul.
Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut atas kasus ini.
"Proses pengembangan masih terus berjalan," tambahnya.***