daerah

Pemuda Pertanian Didorong Jadi Agen Perubahan, Seminar Nasional TRAVOWIL Bahas Tantangan Regenerasi Petani

Selasa, 21 Januari 2025 | 09:05 WIB
Pj. Bupati Ciamis Budi Waluya resmi membuka Seminar Nasional dan Training Advokasi dan Jurnalistik Wilayah II (TRAVOWIL) pada 20 Januari 2025 . (Prokopim)

Budi juga menjelaskan bahwa untuk mendukung kemajuan sektor pertanian, di Ciamis telah dibentuk “Paguyuban Petani Milenial.”

Paguyuban ini bertujuan untuk memperkuat jejaring antara petani muda di berbagai sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, hingga peternakan.

Dengan adanya wadah ini, diharapkan para petani milenial dapat lebih mudah mengakses informasi, berbagi pengalaman, serta meningkatkan daya saing mereka di pasar global.

Baca Juga: Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Terpilih, Pilkada 2024 Berjalan Sukses

“Kita semua harus mendukung pemuda untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menerapkan teknologi serta metode pertanian yang lebih efisien, agar produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global,” terang Budi Waluya.

Sebagai penutup, Pj. Bupati Ciamis berharap seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang bermanfaat, tetapi juga dapat mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Mari kita bersama-sama menjawab tantangan di sektor pertanian dengan melibatkan lebih banyak petani muda dan memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Ciamis,” tutup Budi.

Baca Juga: DPRD Ciamis Tetapkan H. Herdiat Sunarya dan Alm. H. Yana D Putra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2024

Wakil Rektor I Universitas Galuh Ciamis, Agus Yuniawan Isyanto, menyoroti bahwa masalah regenerasi petani adalah persoalan global, yang juga dialami oleh banyak negara maju di Eropa, Asia, dan Amerika.

Menurut Agus, regenerasi petani yang terus menurun berdampak pada kelangsungan sektor pertanian, yang sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda untuk menggantikan petani yang lebih tua.

“Isu regenerasi petani ini sudah menjadi tantangan global, yang juga dialami oleh negara-negara maju. Tanpa adanya regenerasi yang baik, sektor pertanian akan semakin terpinggirkan dan tidak dapat berkembang secara maksimal,” ujar Agus.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Resmi Tetapkan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Sebagai Pasangan Cagub dan Cawagub Terpilih 2024-2030

Agus juga menyoroti fenomena penuaan pada petani yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data sensus pertanian tahun 2023, jumlah petani yang berusia tua terus meningkat, sementara jumlah petani milenial yang terjun ke sektor pertanian terus menurun.

“Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian semakin kehilangan daya tarik bagi generasi muda. Jika masalah ini tidak segera diatasi, kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian akan semakin menurun,” jelasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini