pendidikan

Viral Aksi Pelajar Papua Tolak MBG, Lebih Pilih Pendidikan Daripada Makan Bergizi Gratis, Begini Respons Mendikdasmen

Jumat, 7 Februari 2025 | 08:42 WIB
Respons Kemendikdasmen soal tuntutan aksi damai pelajar Papua untuk pendidikan. (Instagram/@kemendidasmen)

Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo mulai dilaksanakan sejak 6 Januari 2025.

Namun, pada tahap awal pelaksanaannya, program MBG menghadapi penolakan yang cukup keras di Papua.

Penolakan program MBG bahkan disertai dengan ancaman dari kelompok separatis, Operasi Papua Merdeka (OPM), yang mengkritik keberadaan program ini.

Ancaman yang mereka berikan adalah membakar sekolah yang melaksanakan program Makan Bergizi Gratis ini.

Baca Juga: Gagal SNBP! Sekolah Diduga Lalai, Ratusan Siswa SMA dan SMK Terancam Gagal Masuk Perguruan Tinggi, Apa Solusinya?

Makanan dalam program MBG dianggap sebagai racun untuk anak-anak Papua.

Panglima OPM, Undius Kogoya menyatakan jika pembagian makanan dalam program MBG adalah upaya pemerintah untuk meracuni anak-anak Papua yang efeknya untuk jangka panjang.

“Makan itu mengandung bahan berbahaya yang bisa meracuni generasi Papua jangka panjang,” kata Undius.

“Kami tidak segan membakar sekolah dan membunuh para pengkhianat di Intan Jaya,” tegasnya.

Baca Juga: Penyelundupan Barang Ilegal Rp480 M Dibongkar Budi Gunawan, 4 Skandal Serupa Terungkap dalam 3 Bulan Terakhir!

Bukan makan gratis, viral pelajar di Papua tuntut perbaikan pendidikan

Selain kabar ancaman dari OPM, viral di sosial media jika para pelajar di Papua menuntut perbaikan pada pendidikan.

Diunggah lewat akun X (dulunya Twitter) @vyeimo83, terlihat para pelajar yang duduk sambil membentangkan sebuah spanduk mengkritik program Makan Bergizi Gratis.

“Pada hari Senin, 3 Februari 2025 ratusan siswa yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Se-Yahukimo di Dekai, Provinsi Papua Pegunungan menggelar aksi damai menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menuntut pendidikan gratis,” tulis akun tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini