Mediapriangan.com - Dua kepala daerah dari provinsi besar di Indonesia tengah menjadi sorotan karena pendekatan unik mereka dalam menangani kenakalan remaja.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sama-sama meluncurkan program yang berfokus pada pembinaan generasi muda, namun dengan metode yang sangat berbeda.
Kenakalan remaja seperti tawuran pelajar, kecanduan game, hingga balap liar, masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks di berbagai daerah.
Menyadari hal itu, Dedi Mulyadi dan Pramono Anung tampil dengan solusi masing-masing sesuai karakter wilayah dan gaya kepemimpinan mereka.
Barak TNI Jadi Sarana Pendidikan Karakter di Jabar
Dedi Mulyadi memperkenalkan Panca Waluya, sebuah program pendidikan karakter yang menjangkau siswa bermasalah langsung di lingkungan sekolah.
Salah satu langkah kontroversial tapi efektif dalam program ini adalah pengiriman siswa bermasalah ke barak militer milik TNI.
Sebanyak 273 siswa baru-baru ini dipulangkan setelah mengikuti pendidikan karakter selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung.
Menurut Dedi, pendekatan ini menekankan pembentukan karakter melalui kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
“Hubungan negara dengan rakyat harus dibangun lewat rasa, bukan hanya administrasi. Banyak yang ragu, tapi waktu yang menjawab,” ujar Dedi saat menyambut para siswa di Gedung Sate, 20 Mei 2025.