Beliau menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan semua kewenangannya, namun juga menuntut peran aktif dari pihak-pihak terkait.
“Mari bersama sama melakukan berbagai upaya untuk mengatasi bencana ini, apa yang bisa pemerintah daerah lakukan akan dilaksanakan, dan juga dari PT.KAI dalam hal tersebut,” tegasnya.
Kepala Desa Karangkamulyan dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa hujan deras yang terjadi pada 8 Mei lalu menjadi pemicu longsor yang merusak sejumlah rumah warga. Ia pun mengapresiasi respon cepat dari Pemkab Ciamis.
“Kami juga sudah membuat saluran pembuangan sepanjang 150 meter, namun debit air yang besar masih sulit tertampung dengan baik karena kedalaman saluran yang kurang maksimal,” jelasnya.
Ia berharap PT KAI bisa lebih bertanggung jawab, terutama karena drainase yang terputus di area milik warga merupakan bagian dari saluran air milik PT KAI.
Bencana longsor tersebut diketahui mengakibatkan longsoran tebing setinggi ±60 meter dan lebar ±40 meter.
Salah satu penyebab utama longsor adalah saluran drainase milik PT KAI yang terputus, mengakibatkan air meluap ke lahan warga dan mengikis struktur tanah.***