Beliau menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan semua kewenangannya, namun juga menuntut peran aktif dari pihak-pihak terkait.
“Mari bersama sama melakukan berbagai upaya untuk mengatasi bencana ini, apa yang bisa pemerintah daerah lakukan akan dilaksanakan, dan juga dari PT.KAI dalam hal tersebut,” tegasnya.
Kepala Desa Karangkamulyan dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa hujan deras yang terjadi pada 8 Mei lalu menjadi pemicu longsor yang merusak sejumlah rumah warga. Ia pun mengapresiasi respon cepat dari Pemkab Ciamis.
“Kami juga sudah membuat saluran pembuangan sepanjang 150 meter, namun debit air yang besar masih sulit tertampung dengan baik karena kedalaman saluran yang kurang maksimal,” jelasnya.
Ia berharap PT KAI bisa lebih bertanggung jawab, terutama karena drainase yang terputus di area milik warga merupakan bagian dari saluran air milik PT KAI.
Bencana longsor tersebut diketahui mengakibatkan longsoran tebing setinggi ±60 meter dan lebar ±40 meter.
Salah satu penyebab utama longsor adalah saluran drainase milik PT KAI yang terputus, mengakibatkan air meluap ke lahan warga dan mengikis struktur tanah.***
Artikel Terkait
Sekda Andang Firman Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lansia, Peringatan HLUN 2025 Jadi Wujud Nyata Komitmen Pemkab Ciamis
Bupati Ciamis Tinjau Lokasi Banjir Lakbok, Perintahkan Layanan Kesehatan Prioritas, Waspadai Penyakit Pascabencana
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 Tingkat Kabupaten Ciamis, Bupati Herdiat Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Teks Sejarah
DPRD Kabupaten Ciamis Sepakati Revisi Perda Pajak dan Retribusi Demi Kepastian Hukum dan Peningkatan Pelayanan Publik
Bupati Herdiat Pimpin Aksi Bersih Ciamis, Tegaskan Pilah Sampah dari Rumah dan Waspadai Kembalinya Covid-19
Jelang Idul Adha 2025, 3 Sapi Qurban Diserahkan bank bjb Ciamis ke Bupati Herdiat, Ini Harapan dan Pesan Sosialnya