Balasan Hasto yang hanya berupa “oke sip” kemudian dipertanyakan jaksa. Mereka menilai respons itu menunjukkan bahwa Hasto mengetahui isi pertemuan sebelumnya.
Namun, Hasto memberikan klarifikasi. Menurutnya, kalimat “oke sip” adalah bentuk tanggapan spontan dan standar yang biasa ia gunakan saat membaca pesan, tanpa memahami substansi isinya.
“Ya saya tidak tahu, makanya saya jawab ‘ok sip’ di situ. Saya tidak menanyakan pertemuannya apa, hasilnya gimana karena itu jawaban standar saya,” tegas Hasto.
Ia pun menambahkan bahwa saat itu dirinya tengah fokus pada pelaksanaan forum group discussion (FGD) internal PDIP menjelang Rakernas besar. Karena kesibukan itu, ia tidak terlalu memperhatikan pesan-pesan yang masuk ke ponselnya.
“Jadi saya juga tidak tahu pertemuan itu di mana, kapan, apa yang mau dilaporkan saya juga tidak tahu. Itu adalah jawaban standar saya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto menyarankan agar makna “oke sip” tidak ditafsirkan sepihak. Menurutnya, arti dari jawaban tersebut hanya bisa dipahami secara utuh jika dibandingkan dengan konteks penggunaan frasa itu di komunikasi-komunikasi lainnya.
“Maka kalau mau memaknai ‘ok sip’, itu nanti harus dilihat dengan jawaban ‘ok sip’ saya yang lainnya,” tukas Hasto.***