"Sulitnya infrastruktur, di mana 260 juta warga saat itu tersebar ke puluhan provinsi, ribuan kota, ratusan ribu desa," tukasnya.
Sidang lanjutan perkara ini pun masih akan terus bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta, dengan publik menanti fakta-fakta baru dalam proses hukum yang menyeret mantan pejabat tinggi negara.***