daerah

Mahasiswi Lompat ke Bengawan Solo, UNS Ungkap Sudah Lakukan Pendampingan dan Rujukan Psikiater Sejak 2023

Kamis, 3 Juli 2025 | 07:16 WIB
Foto ilustrasi bantuan kepada orang yang mengalami depresi. (Unsplash/Akhil Nath)

Mediapriangan.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden mahasiswinya yang diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug, Selasa, 1 Juli 2025.

Peristiwa yang mengejutkan tersebut awalnya diketahui dari video kesaksian seorang driver ojek online yang beredar di media sosial.

Video itu memperlihatkan kronologi dugaan percobaan bunuh diri dari sisi selatan jembatan.

Baca Juga: Dua Mahasiswa UGM Tewas Saat KKN di Maluku Tenggara, Kampus Lakukan Evaluasi Menyeluruh Prosedur Keamanan

Sekretaris Universitas sekaligus juru bicara UNS, Agus Riwanto, mengonfirmasi bahwa sosok dalam video tersebut benar merupakan mahasiswi UNS berinisial DA.

“Setelah UNS melakukan cek dan ricek atas informasi tersebut dan ditemukan bahwa benar, pelaku percobaan bunuh diri tersebut adalah mahasiswi UNS berinisial DA (Perempuan),” ujar Agus, dikutip dari laman resmi UNS, Rabu, 2 Juli 2025.

DA diketahui merupakan mahasiswi asal Temanggung yang lahir pada 19 April 2003.

Baca Juga: 10 Film Drama Terbaru Rilis Juli 2025, dari Kisah Cinta Lintas Waktu hingga Webnovel Korea yang Bikin Emosi Meledak!

Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi UNS angkatan 2021 dan saat ini berada di semester 8.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa pihak kampus telah memberikan pendampingan terhadap DA sejak Januari 2025.

Mahasiswi tersebut juga sudah menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS dan sempat dirujuk untuk mendapatkan bantuan medis profesional.

Baca Juga: 14 Film Horor Tayang Juli 2025, Diangkat dari Kisah Nyata, Urban Legend, dan Ritual Tumbal Nyawa. Siapkan Mental!

“Yang bersangkutan mempunyai masalah kejiwaan dan riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa,” terang Agus.

UNS menyatakan, pendampingan terhadap DA telah dilakukan secara berkelanjutan hingga menjelang peristiwa tragis tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini