Mediapriangan.com - Teror bom bunuh diri yang mengguncang Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar nomor 340, Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 9 November 2022 sekitar pukul 08.40 WIB, telah merenggut nyawa manusia.
Selain menewaskan pelaku teror bom bunuh diri itu sendiri, akibat ledakan bom bunuh diri itu juga, salah seorang anggota Polsek Karang Anyar yang diketahui bernama Aiptu Sofyan, meninggal dunia.
Sementara beberapa korban lainnya alami luka-luka akibat terkena serpihan pecahan bom. Pasalnya bom meledak saat jajaran Polsek Karang Anyar tengah menggelar apel.
Baca Juga: Mengenal Skrining Hipotiroid Kongenital yang Wajib Dilakukan Orang Tua pada Bayi Baru Lahir
Saat pelaksanaan apel, pelaku bom bunuh diri yang diduga terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berlari dari arah luar menuju halaman kantor Polsek Astana Anyar, dan sejurus kemudian terjadi ledakan. Pelaku tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.
Hingga saat ini, kejadian tersebut masih didalami dan mendapat perhatian khusus Mabes Polri.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat terus waspada dan tenang soal bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar.
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil ini juga mengimbau Ketua RT dan RW untuk memantau wilayahnya terkait pergerakan terorisme.
"Saya imbau RT/ RW di Jawa Barat untuk terus memantau dinamika yang ada di lingkungan terdekatnya. Kalau ada hal-hal atau tamu yang mencurigakan segera ambil tindakan-tindakan yang terukur," kata Kang Emil kepada wartawan.
Menurutnya, hingga saat ini terdapat sembilan orang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia.
"Disampaikan bahwa itu pelaku bom bunuh diri. Pak Kapolda melaporkan, ada korban si pelaku sendiri. Yang kedua, ada sekitar sembilan yang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia, yaitu anggota polisi. Yang tujuh orang masih dirawat," ujarnya.
Dia menambahkan, masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi permasalahan ini.