Sebelumnya, Arya ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Gondangdia Kecil pada Selasa pagi, 8 Juli 2025.
Kondisi tubuh korban saat ditemukan cukup mengundang perhatian: wajahnya dililit isolasi, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain.
Polisi juga menegaskan tidak ada barang milik Arya yang hilang, sehingga dugaan perampokan atau pencurian saat ini tidak menjadi fokus utama penyelidikan.
Meski belum mengarah pada indikasi pembunuhan, pihak kepolisian masih terus menganalisis penyebab kematian.
Termasuk mempertimbangkan keterangan istri korban yang menyebut Arya memiliki riwayat GERD dan kolesterol tinggi, yang turut diperhitungkan dalam investigasi medis.
Penyelidikan terhadap CCTV yang terekam di sekitar kamar korban kini menjadi salah satu fokus utama guna menemukan kepastian akan penyebab kematian diplomat muda tersebut.***