Pada masa kejayaannya, bangunan ini merupakan kediaman resmi para bupati Galuh. Seiring perjalanan waktu, keraton ini sempat mengalami dua kali perombakan besar, yakni pada tahun 1936 dan 1994, untuk mempertahankan kelestariannya.
Bangunan yang kini berfungsi sebagai museum tersebut dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada era 1850-an, disusul pembangunan tahap kedua pada 1890-an, dan penyempurnaan terakhir berlangsung pada tahun 2010.
Museum ini menyimpan sekitar 200 koleksi bersejarah dari 24 jenis berbeda. Koleksi tersebut mencakup peninggalan mulai dari zaman Megalitikum hingga masa berkembangnya Islam di wilayah Galuh.***