Pada masa kejayaannya, bangunan ini merupakan kediaman resmi para bupati Galuh. Seiring perjalanan waktu, keraton ini sempat mengalami dua kali perombakan besar, yakni pada tahun 1936 dan 1994, untuk mempertahankan kelestariannya.
Bangunan yang kini berfungsi sebagai museum tersebut dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada era 1850-an, disusul pembangunan tahap kedua pada 1890-an, dan penyempurnaan terakhir berlangsung pada tahun 2010.
Museum ini menyimpan sekitar 200 koleksi bersejarah dari 24 jenis berbeda. Koleksi tersebut mencakup peninggalan mulai dari zaman Megalitikum hingga masa berkembangnya Islam di wilayah Galuh.***
Artikel Terkait
Ciamis Smart Challenge 2025 Dibuka Bupati Herdiat, 105 SMP Berlomba Cerdas Cermat Berbahasa Inggris
Pemkab Ciamis Ajak Ponpes Banyulana Jadi Pelopor Pertanian Organik dan Tingkatkan Ketahanan Sosial Masyarakat
Milangkala 16 Gong Perdamaian Dunia, Bupati Ciamis Ingatkan Warisan Galuh dan Rencanakan Prasasti Simbol Abadi
Menjelang Tradisi Merlawu, Warga Desa Wanasigra Serahkan Hasil Bumi ke Bupati Ciamis dan Undang Hadiri Acara
Bupati Ciamis Resmi Lepas Kontingen POPDA XIV dan PEPARPEDA VIII, Haornas 2025 Jadi Momentum Gelorakan Olahraga
Meriah dan Penuh Makna! Tradisi Merlawu 2025 di Wanasigra Ciamis Jadi Simbol Syukur dan Warisan Budaya Tak Benda