“Kemarin memang kita mengevakuasi pada korban kondisi hidup, terutama lokasinya di bawah reruntuhan yang paling bawah di mana space pencarian cuma beberapa sentimeter sehingga kami harus merangkak dan rawan untuk runtuh kembali,” paparnya.
Dalam situasi tersebut, korban yang masih hidup diberi bantuan oksigen dan minuman untuk bertahan. Kini, setelah golden time berakhir, alat berat digunakan dari sisi luar untuk mempercepat pembongkaran. “Peralatan yang lebih besar bisa digunakan untuk membobol lebih cepat,” ucap Nanang.
Korban Diduga Masih 55 Orang
Hingga kini, diperkirakan masih ada 55 korban terjebak di balik puing bangunan. Korban meninggal yang sudah dievakuasi dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sebanyak 150 tenaga medis disiagakan, sementara cold storage atau kontainer pendingin juga disediakan untuk memperlancar proses identifikasi.