Genggaman tangan menghubungkan angka 1 dan 3, sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, dan sinergi seluruh lapisan masyarakat dalam membangun daerah.
Kearifan Lokal dan Semangat Melesat
Logo tersebut juga dihiasi siluet selendang Ronggeng Gunung, seni tradisi khas Pangandaran, yang mencerminkan upaya pelestarian budaya lokal di tengah kemajuan zaman.
Sementara bentuk hati pada garis terluarnya melambangkan keramahan masyarakat Pangandaran yang menjunjung tinggi nilai silih asih dan silih asuh.
Baca Juga: Raksa Budaya Santun Tawang Jadi Sorotan HUT ke 24 Kota Tasikmalaya, Momen Komeng Naik Si Layung
Logo Hari Jadi Pangandaran 2025 mengusung tagline “Pangandaran Melesat, Masyarakat Maju Pesat.” Frasa ini menggambarkan semangat kemajuan daerah dan peran aktif masyarakat dalam mendorong pembangunan.
Dari “Bali Dua” Menuju Daerah Mandiri
Dengan pesona alam dan budaya yang kaya, Pangandaran kini tak lagi sekadar daerah otonomi baru.
Selama 13 tahun, daerah ini berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Semangat yang tergambar dalam logo hari jadi tahun ini menjadi cerminan tekad masyarakat untuk terus bergerak maju.***