Menurut Arifah, koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama guru dan keluarga siswa untuk memastikan memori buruk dari insiden tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran.
“Ini sekaligus memastikan memori buruk dari peristiwa tersebut tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah,” sambungnya.
Baca Juga: KPK Dalami Proyek Monumen Reog Usai Tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai Tersangka
Polisi Lanjutkan Penyelidikan, Libatkan Tim Trauma Healing
Selain memastikan keamanan dan kesiapan sekolah, Polres Metro Jakarta Utara bersama tim gabungan dari Kementerian PPPA dan KPAI juga melanjutkan penyelidikan atas insiden ledakan tersebut. Hingga Sabtu sore, 8 November 2025, tercatat 96 korban telah terdata oleh pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan turut melibatkan unit khusus, termasuk Densus 88 dan Krimsus Polda Metro Jaya.
“Penyelidikan dan penanganan peristiwa ini, Polri melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan tim trauma healing, mengingat bahwa korban dan yang diduga melakukan sesuatu perbuatan adalah anak yang berhadapan dengan hukum,” ungkap Bhudi Hermanto pada Sabtu malam.
Baca Juga: Surya Paloh Hormati Putusan MKD DPR soal Sanksi Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Belum Rencana PAW
Ia menambahkan, harapan utama Kapolri dan jajaran adalah agar seluruh kegiatan pendidikan dapat segera pulih.
“Harapan Bapak Kapolri dan Polda Metro Jaya, sekolah bisa segera kembali normal dan aktivitas belajar bisa kembali pulih,” imbuhnya.
Sekolah Siap Pulih dan Melanjutkan Pembelajaran
Dengan koordinasi antara kepolisian, Kementerian PPPA, dan pihak sekolah, SMAN 72 Jakarta kini telah siap membuka kembali kegiatan belajar. Dukungan dari tim trauma healing diharapkan mampu memulihkan kondisi psikologis siswa pascaledakan.
Pemulihan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat rasa aman di lingkungan pendidikan serta memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Upaya bersama antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi bentuk nyata komitmen dalam menjaga keamanan sekolah dan mendukung keberlangsungan pendidikan bagi para siswa SMAN 72 Jakarta.***