hukum

Kasus Ijazah Palsu Arsul Sani, Hakim MK Tampilkan Dokumen Asli dan Klarifikasi Kampus Polandia

Selasa, 18 November 2025 | 04:59 WIB
Hakim MK Arsul Sani menjawab Kasus Ijazah Palsu Arsul Sani dengan menampilkan dokumen asli sekaligus meluruskan isu tentang Kampus Polandia. (Instagram.com/@arsul_sani_af)

Mediapriangan.com - Kasus Ijazah Palsu Arsul Sani kembali mencuat setelah Hakim MK tersebut dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penggunaan ijazah tidak sah dari Kampus Polandia, yaitu Collegium Humanum, Warsaw Management University. Laporan ini disampaikan Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi pada Jumat, 14 November 2025.

Koordinator aliansi, Betran Sulani, membenarkan laporan yang mereka ajukan terkait dugaan pemalsuan ijazah yang dikaitkan dengan Kasus Ijazah Palsu Arsul Sani.

“Kami melaporkan salah satu hakim MK berinisial AS yang diduga memiliki atau menggunakan ijazah palsu,” kata Betran kepada awak media.

Baca Juga: Roy Suryo Cs Minta Pemeriksaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi Ditunda, Polda Metro Jaya Sebut Semua Sesuai Prosedur

Isu tersebut berkembang cepat dan pada Senin, 17 November 2025, Hakim MK Arsul Sani memberikan penjelasan terbuka. Ia memilih merespons langsung agar tidak terjadi simpang siur dalam perkara yang kini dikenal sebagai Kasus Ijazah Palsu Arsul Sani.

Dalam konferensi pers di Gedung MK, ia menunjukkan dokumen asli berupa ijazah, disertasi, serta foto wisudanya.

“Di wisuda itulah kemudian Collegium Humanum mengundang Ibu Dubes Indonesia di Warsawa. Ini foto-foto wisudanya juga ada. Di sanalah diberikan ijazah asli itu,” ujarnya.

Arsul juga memperlihatkan foto ketika dirinya mengenakan toga sambil mengangkat dokumen-dokumen tersebut. Penjelasan rinci mengenai riwayat pendidikannya turut dipaparkan untuk menepis keraguan terkait Legalitas Ijazah yang kini disorot publik.

Baca Juga: Abraham Samad Diperiksa Polisi soal Podcast Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Sebut Bentuk Pembungkaman Demokrasi

Perjalanan Studi Sejak 2011

Dalam keterangannya, Hakim MK tersebut menjelaskan bahwa perjalanan studinya dimulai pada 2011 ketika ia masuk program professional doctorate di Glasgow Caledonian University, Skotlandia. Tahap pertama kuliah selesai pada 2012, namun aktivitas politik membuat penyusunan disertasi tertunda.

“Saat itu saya mencalonkan diri sebagai anggota DPR Pemilu 2014. Karena aktivitas di DPR sangat padat, saya mengajukan cuti akademik,” jelas Arsul.

Pada 2017, ia memutuskan tidak melanjutkan program itu dan mencari kampus yang bisa menerima transfer studi. Dari situlah muncul rekomendasi menuju Kampus Polandia Collegium Humanum.

Baca Juga: Jelang 17 Agustus, Pengacara Roy Suryo Cs Ajukan Penundaan Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi ke Polda

Halaman:

Tags

Terkini