daerah

Satu Dekade DKKT, Menjaga Napas Kesenian Tasikmalaya di Tengah Badai Tantangan

Senin, 24 November 2025 | 17:08 WIB
Tatang Fahat menegaskan satu dekade perjalanan DKKT sebagai ruang kolaborasi dan laboratorium seni yang terus menguatkan ekosistem kesenian di Kota Tasikmalaya. (Foto: Hendra C)

Konsekuensinya, DKKT harus dihuni oleh orang-orang yang bukan hanya berbekal semangat dan idealisme, tetapi juga jejaring luas, kreativitas, kepekaan sosial, ekonomi, budaya, hingga “sense of reality” agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat.

"DKKT tidak boleh menjadi menara gading,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong model kerja collective collegial, transparan, serta akuntabel di tubuh DKKT.

Baca Juga: Deretan Penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya, Bukti Konsistensi DKKT Merawat Seni Daerah

Sebab, kata Tatang, persoalan administratif kerap diabaikan oleh para pelaku seni, padahal hal tersebut menjadi fondasi penting lembaga agar dipercaya publik dan mitra.

Lebih lanjut ia mengemukakan, satu hal mendasar yang sering diabaikan oleh para pekerja seni adalah nilai jual karya.

Padahal, terang dia, marketing dalam seni tidak selalu berarti orientasi pasar semata. Marketing meliputi kemampuan menciptakan nilai ekonomis, kemasan menarik, serta strategi penyampaian karya agar memiliki dampak ekonomi bagi senimannya sendiri.

Baca Juga: Malam Anugerah Budaya 2025, DKKT Rayakan Dedikasi dan Estafet Kepemimpinan Seni Kota Tasikmalaya

"Nilai jual, packaging, dan marketing sering dianggap tabu oleh sebagian pekerja seni, karena khawatir karyanya dianggap terlalu market oriented. Padahal tanpa hal itu, pekerja seni akan terus kesulitan bertahan secara ekonomi," jelas Tatang.

Karena itu, menurutnya, DKKT harus hadir tidak hanya sebagai etalase karya atau ruang eksperimen, tetapi juga menjadi “sekolah” yang mengajarkan bagaimana karya seni dapat hidup, berkelanjutan, dan memiliki dampak ekonomi.

“Sayangnya, masih banyak pekerja seni yang menganggap upaya ini sebagai sesuatu yang melacurkan diri,” ujar Tatang menutup pembicaraan.***

 

Halaman:

Tags

Terkini