daerah

Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Perhatian Serius, BNPB Sebut Akses Terputus oleh Longsoran 50 Km!

Minggu, 30 November 2025 | 20:14 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto mengungkapkan tim gabungan berupaya buka akses di jalur terputus di wilayah Sumatera Utara. (Instagrambnpb_indonesia)

Kedua daerah ini dilaporkan masih berada dalam kondisi terisolir pascabanjir dan longsor.

“Tapanuli Tengah hanya bisa dicapai lewat udara di mana Tapanuli Tengah itu ada Kota Sibolga yang bisa dicapai lewat darat dari Tapanuli Tengah dan lewat dari laut,” paparnya.

Akses ke Sibolga Terputus Longsoran Sepanjang 50 Km

Kondisi terisolir ini diakibatkan oleh terputusnya jalur transportasi darat. BNPB bersama satgas gabungan TNI dan Polri kini berupaya keras membuka jalur yang menghubungkan Tapanuli ke Sibolga.

Baca Juga: BNPB Sebut Korban Tragedi Banjir Bandang Sumatera Capai 303 Jiwa, Sumut Tertinggi

“Ini yang masih belum tembus ya Pak Menko, dari Tapanuli ke Sibolga karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Suharyanto.

Suharyanto menyebut bahwa jarak longsoran yang memutus akses di kedua daerah itu membentang sepanjang hampir 50 kilometer.

“Sekarang dengan satgas gabungan TNI dan Polri sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, paling tidak butuh waktu 3 hari,” terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir hingga 11 Desember, Isu Kelangkaan BBM Muncul

Viral Video Penjarahan Bahan Makanan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga menanggapi video viral di media sosial yang menunjukkan adanya insiden oknum warga menjarah minimarket di tengah bencana.

Peristiwa ini diduga terjadi di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga.

“Itu mereka mengambil bahan makanan, Pak dan tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya. Tidak, tapi dia menjarah bahan makanan,” ucapnya.

Suharyanto menduga aksi tersebut dilakukan karena kepanikan warga yang khawatir akan ketersediaan logistik.

Baca Juga: Update Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Prioritaskan Gelar Perkara Khusus Roy Suryo cs

Halaman:

Tags

Terkini