Mediapriangan.com - Dua karya literasi daerah bertajuk Tasik Pedia dan Kota Tasik Bertutur resmi diperkenalkan melalui agenda bedah buku, yang digelar di Gedung Creative Center (GCC) Komplek Dadaha, Kamis 11 Desember 2025.
Peluncuran dua karya daerah tersebut, menjadi langkah strategis dalam memperkaya literasi publik sekaligus mempertegas identitas sejarah Kota Tasikmalaya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandranegara, yang membuka acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas terbitnya kedua buku tersebut.
Baca Juga: DPRD Bongkar Ketidaksiapan Kebijakan 'No Karcis, No Bayar' di Kota Tasikmalaya
Ia menegaskan, karya-karya itu memiliki nilai penting bagi pendidikan lokal dan pemahaman sejarah masyarakat Tasikmalaya.
“Dua buku ini luar biasa. Isinya menyajikan sejarah Tasikmalaya yang wajib diketahui, terutama bagi generasi muda,” ujar Wawalkot Dicky.
Dalam acara yang dihadiri jajaran pemerintah, tokoh agama, akademisi, serta masyarakat umum itu, Wawalkot Dicky menyoroti tantangan literasi sejarah di kalangan anak muda yang dinilai masih minim.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Vital Seniman dalam Pemilihan Ketua DKKT 2025-2030
"Melalui hadirnya Tasik Pedia dan Kota Tasik Bertutur, pemerintah berharap pengetahuan, minat baca, dan rasa bangga terhadap daerah dapat semakin tumbuh," ujar Dicky.
Ia mengukuhkan komitmen pemerintah daerah, dalam menghadirkan sumber literasi sejarah yang lebih lengkap untuk generasi muda ke depan.
Kepala Bidang Budaya Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, mengemukakan, penyusunan kedua buku tersebut merupakan upaya serius dalam pelestarian warisan sejarah dan budaya daerah.
Baca Juga: Apresiasi Anggota DPRD Kepler Sianturi, DKKT Konsisten Jaga Denyut Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya
Menurutnya, sebanyak 750 eksemplar Tasik Pedia dan 700 eksemplar Kota Tasik Bertutur, telah dicetak dan akan segera didistribusikan ke seluruh SD dan SMP di Kota Tasikmalaya melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan.