Mediapriangan.com - Banjir Bandang menerjang sejumlah kawasan di Kecamatan Tebing Tinggi Kalsel, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.
Peningkatan debit air yang cepat membuat Banjir Bandang masuk ke pemukiman warga di Tebing Tinggi Kalsel dengan arus deras. Kondisi tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial dan menunjukkan air keruh berwarna coklat menggenangi rumah-rumah warga.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @bangyadi_2689 pada Sabtu, 27 Desember 2025, terlihat Banjir Bandang merendam pemukiman hingga setinggi dada orang dewasa dan melumpuhkan aktivitas harian warga Tebing Tinggi Kalsel.
“Banjir bandang dengan arus deras menerjang pemukiman, melumpuhkan aktivitas warga, dan merendam rumah-rumah,” tulis keterangan dalam video tersebut.
Situasi semakin mencekam ketika Banjir Bandang juga menggenangi ruas jalan di Desa Juuh. Beberapa kendaraan terjebak, termasuk sebuah mobil ambulans yang terpaksa berhenti akibat kuatnya arus air.
Video lanjutan memperlihatkan warga yang berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke atap ambulans. Dua orang tampak duduk di bagian atas kendaraan, sementara dua lainnya bertahan di dalam mobil. Kondisi ini menggambarkan dampak serius Banjir Bandang yang melanda Tebing Tinggi Kalsel.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui BPBD menetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem pada Sabtu, 27 Desember 2025. Penetapan Status Siaga Cuaca Ekstrem dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana lanjutan.
BPBD menyebut hasil pemantauan Nowcasting BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi cuaca ini menjadi dasar diberlakukannya Status Siaga Cuaca Ekstrem di wilayah tersebut.
Faktor cuaca ekstrem dipengaruhi oleh aktivitas Siklon Tropis GRANT dan Bibit Siklon 96S yang memicu pembentukan awan hujan signifikan. Kabupaten Balangan, termasuk Tebing Tinggi Kalsel, masuk dalam wilayah rawan terdampak Banjir Bandang.
Baca Juga: Bantuan Logistik TNI ke Gayo Lues Berbuah Haru, Warga Gayo Lues Balas dengan Hasil Panen Melimpah
Selain Balangan, BPBD juga menetapkan kewaspadaan pada sejumlah daerah lain selama Status Siaga Cuaca Ekstrem, seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Banjar, dan Tanah Laut. Beberapa sungai utama dilaporkan melampaui batas aman.
Sungai Riam Kanan tercatat mencapai tinggi muka air 7,70 meter, sementara Sungai Martapura berada di level 9,6 meter. Kondisi tersebut memperkuat potensi Banjir Bandang susulan di wilayah Tebing Tinggi Kalsel dan sekitarnya selama Status Siaga Cuaca Ekstrem masih diberlakukan.