Mediapriangan.com - Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang melanda wilayah Aceh Timur, warga masih berjibaku membersihkan lumpur yang mengendap di dalam rumah. Endapan lumpur sisa banjir bandang itu bahkan masih menutupi sebagian permukiman hingga awal Januari 2026.
Dampak banjir bandang di Aceh Timur tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memaksa sebagian penyintas mengeluarkan biaya besar. Salah satunya dengan memilih sewa beko untuk mempercepat proses pembersihan lumpur yang sulit diatasi secara manual.
Seorang warga Aceh Timur menceritakan pengalamannya membersihkan rumah dengan menyewa alat berat. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @bg_dosen pada Sabtu, 3 Januari 2026, ia mengungkapkan harus mengeluarkan biaya hingga Rp1,2 juta hanya untuk dua jam sewa beko.
“Sewa beko itu satu jam Rp600 ribu, jadi kita pakai uang pribadi. Pengerjaannya selama 2 jam, jadi kita habis Rp1,2 juta untuk mengeruk lumpur itu aja,” ucap warga dalam video tersebut.
Ia menjelaskan, kondisi rumahnya pascabanjir di Aceh Timur masih dipenuhi lumpur dengan ketinggian cukup ekstrem, terutama di bagian belakang dan samping rumah.
“Nah, sekarang tinggal banjirnya aja. Kalau kita ke belakang rumah atau samping rumah, itu lumpurnya bisa sepinggang,” lanjutnya.
Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Muhammad Zaidan Al-Fatih Bocah 6 Tahun di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal
Menurutnya, pilihan sewa beko terpaksa diambil karena lumpur yang tersisa tidak mungkin dibersihkan hanya menggunakan alat sederhana. Ia menegaskan bahwa dampak banjir bandang membuat tenaga manual tidak lagi efektif.
“Kami sekeluarga terpaksa sewa beko karena nggak mungkin akan bersih pakai cangkul saja,” ujarnya.
Biaya sewa beko tersebut, kata dia, sebagian diperoleh dari bantuan keluarga yang berada di luar daerah Aceh Timur.
“Uangnya pun didapat karena ada bantuan dari sanak family yang ada di luar,” imbuhnya.