ACEH, Mediapriangan.com - Dampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah masih dirasakan warga hingga awal Januari 2026. Sejumlah akses darat terputus, termasuk di wilayah Kecamatan Linge, sehingga aktivitas warga dan relawan bidan harus melewati jalur berisiko di Sungai Kala Ili.
Sebelum jembatan darurat dibangun, Sungai Kala Ili menjadi satu-satunya jalur penghubung menuju desa-desa terdampak di Aceh Tengah.
Warga bersama relawan bidan terpaksa menggunakan rakit kayu sederhana yang hanya ditahan oleh tali untuk menyeberangi sungai dengan arus deras.
Baca Juga: Sempat Disebut Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Timur Ternyata Dibuat Warga Hanya Rp15 Juta
Momen menegangkan terjadi saat sejumlah relawan bidan hampir terseret arus Sungai Kala Ili. Dalam video yang beredar, rakit tampak oleng dan nyaris tenggelam karena kuatnya arus, membuat para relawan bidan harus berjuang keras menjaga keseimbangan.
“Masya Allah, hampir tenggelam di Sungai Kala Ili. Qodarullah Allah masih lindungi langkah kami,” tulis keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @keber_gayo pada Senin, 5 Januari 2026.
“Ini adalah bagian kecil dari kami untuk orang-orang yang luar biasa yang mampu bertahan di desa yang masih jauh dari kata baik,” lanjutnya.
Baca Juga: Pascabanjir Bandang Aceh Timur, Warga Terpaksa Sewa Beko Mahal untuk Bersihkan Lumpur di Rumah
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian tersebut, jembatan darurat di Sungai Kala Ili belum selesai dibangun.
Kondisi ini membuat relawan bidan dan warga Aceh Tengah tidak memiliki alternatif lain selain menyeberang menggunakan rakit sebagai akses utama.
Aksi relawan bidan di Sungai Kala Ili tersebut mendapat perhatian luas karena menggambarkan kondisi nyata warga Aceh Tengah yang masih terisolasi pascabanjir bandang.
Baca Juga: Viral Gotong Royong Warga Aceh Bantu Mobil PLN Terobos Jalan Berlumpur Pascabencana
Risiko besar harus dihadapi demi memastikan layanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat.
Kini, kondisi penyeberangan Sungai Kala Ili mulai membaik setelah warga Aceh Tengah bersama TNI dan Polri membangun jembatan apung darurat.