“Habis salat Ashar, saya pulang tengok rumah ibu. Saya kehilangan barang-barang, diambil orang. Apa yang dikasih orang, saya taruh di dalam rumah, nggak dikunci besoknya datang nggak ada lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Relawan Bidan Nyaris Terseret Arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah Saat Akses Terputus Pascabanjir
“Begitu datang lagi, saya kunci pintu. Habis itu datang banjir lagi, hanyut semua, udah basah nggak diambil lagi. Pertama bantuan dicuri, yang kedua dihantam sama air banjir,” lanjutnya.
Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya pulih, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Hunian sementara tersebut ditujukan untuk mengurangi kepadatan di lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai kecamatan di Pidie Jaya.
Baca Juga: UMK Kota Tasikmalaya 2026 Ditetapkan Rp2.980.336, Berlaku untuk Semua Perusahaan Sejak 1 Januari
Berdasarkan data Posko Tanggap Bencana Pidie Jaya per 3 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.782 Kepala Keluarga atau 13.208 jiwa masih berada di pengungsian akibat banjir. Lokasi pengungsian berada di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, dan Bandar Dua.
Pembangunan hunian sementara di Pidie Jaya diharapkan dapat menjadi solusi awal bagi warga korban banjir, sembari menunggu pemulihan permanen dan kepastian tempat tinggal yang lebih layak.***