PEMALANG, Mediapriangan.com - Upaya evakuasi dan pemulihan darurat terus dilakukan pasca Banjir Bandang Pemalang yang menghantam wilayah lereng Gunung Slamet.
Salah satu kawasan terdampak paling parah adalah Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, yang kini dipenuhi material batu, kayu, dan lumpur sisa terjangan banjir.
Kiriman air deras dari hulu Gunung Slamet membawa bongkahan batu berukuran besar hingga gelondongan kayu yang menghantam permukiman warga.
Dampak Banjir Bandang Pemalang ini menyebabkan akses jalan tertutup total, sementara beberapa dusun di Desa Penakir mengalami kerusakan cukup serius.
“Mengabarkan dari Penakir, Sarangan, full lumpur. Astaghfirullah,” ucap perekam video dalam unggahan akun Instagram @pemalang.update, dikutip pada Minggu, 25 Januari 2026.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi lingkungan yang porak poranda. Jalan kampung nyaris tak terlihat tertutup lumpur, sementara batu-batu besar tampak berserakan di halaman dan dinding rumah warga.
Material dari Gunung Slamet juga menyebabkan jembatan penghubung antarwilayah di Desa Penakir terputus.
“Rumah hancur, batu ini berarti terbawa dari atas. Ini juga jembatan yang terputus,” imbuh suara dalam video tersebut.
Dalam lanjutan rekaman, dampak Banjir Bandang Pemalang disebut sangat terkonsentrasi di beberapa titik permukiman.
“Di sini ada 6 rumah yang terdampak dan batu-batu dari atas. Ini daerah paling parah karena sampai batu-batu ini bisa turun ke bawah,” sambungnya.