Kisah Pengungsi Bencana Banjir Bandang Aceh Tamiang, Seorang Ibu Mengaku Tak Butuh Uang Usai Kehilangan Rumah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 14 Desember 2025 | 08:52 WIB
Menyoroti cerita korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak.  (Instagram.com/@rumpi_gosip)
Menyoroti cerita korban bencana banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak. (Instagram.com/@rumpi_gosip)

 

Mediapriangan.com - Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pedesaan di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 menyisakan duka mendalam. Ribuan pengungsi bencana hingga kini masih berjuang bertahan di tengah keterbatasan pascabencana tersebut.

Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis Sabtu, 13 Desember 2025, tercatat sebanyak 58 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor. Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah pengungsi bencana terbanyak di Provinsi Aceh.

"(Sebanyak) 252,6 ribu pengungsi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang," demikian laporan BNPB.

Baca Juga: Kontur Jalan di Aceh Tamiang Masih Seperti Agar-agar, Warga Khawatir Usai Banjir Bandang 2025

Jumlah pengungsi bencana yang besar membuat kondisi pascabencana di Aceh Tamiang menjadi perhatian publik. Lebih dari dua pekan setelah banjir bandang terjadi, masih banyak korban yang kehilangan tempat tinggal dan belum mendapatkan hunian yang layak.

Kisah memilukan salah satu pengungsi bencana dari pedalaman Aceh Tamiang viral di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @rumpi_gosip, terlihat seorang ibu korban banjir bandang menyampaikan permintaan sederhana yang menyentuh hati.

Dalam video tersebut, ibu itu mengaku tidak membutuhkan bantuan uang. "Saya tidak butuh uang, saya hanya ingin mukena dan kain sarung," kata sang ibu.

Baca Juga: Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Akui Uang Tidak Berharga, Makanan dan Lilin Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

Ia menjelaskan, suaminya dalam kondisi sakit dan membutuhkan selimut untuk menghangatkan tubuh.

"Suami saya sakit perlu selimut, itu saja yang kami butuhkan," ungkapnya. "Yang lainnya tidak usah, yang penting bisa shalat," tambahnya.

Pengungsi bencana banjir bandang di Aceh Tamiang itu tampak berteduh di bawah terpal seadanya. Reruntuhan bangunan akibat terjangan air masih terlihat di sekeliling lokasi tempat ia bertahan hidup bersama keluarga.

"Kami pun tidur di tempat yang tidak layak, yang penting butuh kain untuk menghangatkan badan," ujar sang ibu.

Baca Juga: Fenomena Gunung Menangis Muncul di Sembalun, Warga Khawatir Ancaman Banjir Bandang Terulang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X