daerah

Pedagang Es Jadul Dituding Pakai Bahan Spons, TNI dan Polisi Minta Maaf dan Bantuan Mengalir ke Keluarga Sudrajat

Kamis, 29 Januari 2026 | 08:43 WIB
Kasus Pedagang Es Jadul berakhir damai setelah tudingan Bahan Spons terbukti keliru dan Polisi Minta Maaf secara terbuka. (Instagram/pembasmii.kehaluan)

 

BOGOR, Mediapriangan.com - Kisah Pedagang Es Jadul bernama Sudrajat memasuki babak baru setelah tuduhan penggunaan bahan spons pada es gabus yang dijualnya dipastikan tidak terbukti.

Peristiwa yang sempat memicu kegaduhan di media sosial itu kini berujung pada klarifikasi resmi, permintaan maaf aparat, serta mengalirnya bantuan bagi keluarga Sudrajat.

Pemeriksaan laboratorium memastikan es gabus milik pedagang es jadul tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan spons maupun material berbahaya lainnya.

Kepastian ini sekaligus menegaskan bahwa tudingan yang sebelumnya dilontarkan aparat tidak memiliki dasar ilmiah.

Baca Juga: Dicopot Mendadak, Chiki Fawzi Batal Jadi Petugas Haji 2026 Meski Sempat Ikut Diklat PPIH 2026

Dampak dari klarifikasi tersebut, kediaman Sudrajat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, didatangi sejumlah perwakilan pemerintah daerah.

Dalam kunjungan itu, keluarga pedagang es jadul menerima berbagai bentuk bantuan sebagai upaya pemulihan pasca viralnya tuduhan bahan spons.

Dalam unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan pada Rabu, 28 Januari 2026, terlihat Sudrajat menerima bantuan dari perwakilan Bupati Bogor.

"Bantuan yang diberikan bukan sekadar simpati. Rumah tidak layak huni akan dibedah, Pak Sudrajat kini terdaftar sebagai penerima BPJS PBI," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Trauma Warga Usai Banjir Penakir Pemalang, Dengarkan Gemuruh Keras sebelum Air Terjang Permukiman

"Dan sang anak yang sempat putus sekolah dijamin bisa kembali melanjutkan pendidikan," tambahnya.

Perhatian publik terhadap pedagang es jadul ini semakin menguat karena kasusnya dinilai mencerminkan dampak serius dari tuduhan tanpa verifikasi.

Banyak warganet menyebut peristiwa ini sebagai pengingat bahwa kejujuran pedagang kecil kerap diuji oleh situasi yang tidak adil.

Halaman:

Tags

Terkini