Guru SMK Paniis Nilai Pendidikan Demokrasi Jadi Modal Penting Pemilih Pemula

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:29 WIB
Kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar DPRD Provinsi Jawa Barat di SMK Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)
Kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar DPRD Provinsi Jawa Barat di SMK Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pendidikan demokrasi bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya siswa kelas XII yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu mendatang, dinilai sebagai modal awal yang sangat berharga dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Guru Bisnis Digital dan Pemasaran SMK Islam Paniis, Oktiani Fajarwati, menanggapi kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar DPRD Provinsi Jawa Barat di SMK Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (24/1/2026).

Menurut Oktiani, pendidikan demokrasi yang menyasar pelajar SMK sejalan dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang hidup di tengah derasnya arus informasi, terutama dari media digital dan media sosial.

Baca Juga: Irigasi Longsor dan Madrasah Rusak, Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Jayamukti Leuwisari

“Pelajar SMK, khususnya kelas XII, akan segera menjadi pemilih pemula. Pendidikan demokrasi menjadi bekal penting agar mereka tidak salah dalam menentukan pilihan dan mampu berpikir rasional demi masa depan negara yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai, kegiatan pendidikan demokrasi yang menghadirkan langsung wakil rakyat dari DPRD Provinsi Jawa Barat, yakni Arip Rachman, memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik dalam memahami praktik demokrasi secara langsung.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena anak didik dapat berdialog langsung dengan anggota DPRD. Ini memberikan gambaran konkret tentang peran wakil rakyat dan proses demokrasi,” katanya.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar di Padakembang, Arip Rachman Ajak Warga Aktif Dukung Pembangunan Infrastruktur

Oktiani mengungkapkan, pelajar masih tergolong rentan terhadap pola pikir pemilih pragmatis, sehingga memerlukan pendampingan dan penguatan pemahaman politik yang berkelanjutan agar tidak mudah terpengaruh oleh politik uang, hoaks, maupun isu adu domba.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan demokrasi yang digelar tersebut sejalan dengan pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diterapkan di SMK.

P5 merupakan pembelajaran lintas disiplin berbasis proyek yang bertujuan membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar, Arip Rachman Dorong Perbaikan Infrastruktur Demi Warga Sukarame

“Nilai-nilai P5 seperti beriman, mandiri, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan berkebinekaan global sangat relevan dengan pendidikan demokrasi. Bernalar kritis menjadi kunci agar siswa tidak terjebak isu negatif, hoaks, provokasi, dan perpecahan bangsa,” jelasnya.

Selain itu, pendidikan demokrasi juga dinilai selaras dengan materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) yang selama ini diterima siswa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X