CIAMIS, Mediapriangan.com - Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Hijriyah dan 100 tahun Masehi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis berlangsung khidmat dan penuh makna.
Momentum satu abad lebih perjalanan Nahdlatul Ulama ini diisi dengan tasyakur bin nikmah, peresmian dapur SPPG, serta pembangunan Kampus 3 Ponpes Miftahul Ulum Bangunsirna, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Anggota DPRD Jawa Barat, pengurus PCNU Ciamis, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah.
Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH Arief Ismail Chowas, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Harlah ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran NU dalam pengabdian keumatan, kebangsaan, dan kemasyarakatan, khususnya memasuki abad kedua perjalanan organisasi.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi ikhtiar kolektif untuk memperkuat khidmat NU bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Didi Sukardi: NU Pilar Kebangsaan dan Mitra Strategis Pembangunan
Anggota DPRD Jawa Barat, H. Didi Sukardi S.E., menyampaikan apresiasi dan pandangan positif atas terselenggaranya Harlah NU di Kabupaten Ciamis.
Didi Sukardi menilai, di usia satu abad lebih, NU telah membuktikan diri sebagai pilar kebangsaan yang konsisten menjaga nilai-nilai Islam moderat, toleran, dan berakar pada tradisi keilmuan pesantren.
“NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang turut membangun peradaban. Di Ciamis, kiprah NU sangat terasa dalam pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujar Didi Sukardi.
Menurutnya, peresmian dapur SPPG dan pembangunan Kampus 3 Ponpes Miftahul Ulum Bangunsirna merupakan bukti nyata kontribusi NU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian umat.
Baca Juga: Didi Sukardi Dukung Pelatihan Digital PKS Kabupaten Ciamis, Perkuat Kader Hadapi Era Media Sosial
“Langkah ini sangat strategis. Pendidikan pesantren harus terus diperkuat agar melahirkan generasi berakhlak, berilmu, dan mampu menjawab tantangan zaman. Kami di DPRD Jawa Barat tentu mendukung setiap upaya penguatan lembaga pendidikan berbasis keumatan,” tegasnya.