Panen Demplot SRI GACCORS di Kabupaten Ciamis, Kenalkan Pertanian Organik Ramah Lingkungan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 2 Februari 2026 | 16:04 WIB
Panen demplot SRI GACCORS di Kabupaten Ciamis menjadi langkah memperkenalkan pertanian organik kepada petani lokal, Senin, 2 Februari 2026. (Dok. Kominfo Ciamis)
Panen demplot SRI GACCORS di Kabupaten Ciamis menjadi langkah memperkenalkan pertanian organik kepada petani lokal, Senin, 2 Februari 2026. (Dok. Kominfo Ciamis)

CIAMIS, Mediapriangan.com - GACCORS menggelar panen demplot padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) di Blok Bojonghuni, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Senin, 2 Februari 2026.

Panen demplot ini menjadi bagian dari langkah GACCORS dalam memperluas penerapan Pertanian Organik di Kabupaten Ciamis, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Panen demplot tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman, bersama unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, pendamping SRI, hingga kelompok tani.

Baca Juga: Program Pemberdayaan Petani Diluncurkan di Kabupaten Ciamis, DPRD Jawa Barat Soroti Dampak Nyata bagi Petani

Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya dukungan terhadap pengembangan metode pertanian organik yang mulai diterapkan di Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Andang Firman menyampaikan bahwa perubahan pola bertani perlu terus dilakukan agar kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan terjaganya lingkungan.

“Kalau ingin petani sejahtera, cara bertani juga harus menyesuaikan. Alam ini anugerah yang harus dijaga. Ketika kita merawat alam, hasilnya juga akan kembali ke kita,” ujarnya.

Baca Juga: Forum Konsultasi Publik RKPD Digelar, Pemerintah Kabupaten Ciamis Matangkan Arah RKPD Kabupaten Ciamis 2027

Ia menambahkan, pemerintah daerah terbuka untuk mendukung kegiatan pertanian organik yang dilakukan secara konsisten dan berbasis kajian lapangan.

“Kami siap hadir di kegiatan panen di berbagai wilayah. Yang penting, ada pendampingan dan pencatatan yang jelas agar hasilnya bisa dievaluasi dan dikembangkan,” katanya.

Selain panen, kegiatan ini juga dirangkai dengan pertemuan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan peran masyarakat dalam mendukung pertanian organik berbasis keluarga dan komunitas di Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa 2026, Bupati Ciamis Tekankan Soliditas dan Tata Kelola Desa

Kegiatan ini turut melibatkan praktisi pertanian organik Prof. Alik Sutaryat, Camat Sadananya Armina, serta perwakilan BPS Kabupaten Ciamis.

Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat aspek teknis, pendampingan, dan ketersediaan data dalam penerapan metode SRI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X