SULTENG, Mediapriangan.com - Keterbatasan akses menuju SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Parigi Moutong kembali menjadi sorotan setelah video perjuangan siswa dan guru menyeberangi sungai viral di media sosial.
Dalam tayangan tersebut, para siswa secara tegas menyatakan lebih membutuhkan jembatan daripada MBG demi keselamatan dan kelancaran belajar.
Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah itu belum memiliki jembatan penghubung. Setiap hari, siswa dan tenaga pendidik di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat harus melewati aliran sungai yang cukup lebar sebagai satu-satunya akses sungai ke sekolah.
Unggahan tersebut dibagikan oleh seorang guru melalui akun Instagramnya pada Senin, 16 Februari 2026. Dalam keterangannya, ia menyuarakan harapan agar pemerintah memperhatikan kondisi di Parigi Moutong, terutama kebutuhan infrastruktur dasar.
“Bantu kami tag pemerintah, kalau memang MBG sulit untuk kami di sekolah terpencil, boleh tidak kami dibuatkan jembatan saja, Pak,” tulisnya dalam keterangan video tersebut, dikutip pada Senin, 16 Februari 2026.
Dalam video itu, guru tersebut juga bertanya langsung kepada para siswa yang sedang menyeberangi sungai.
Baca Juga: Banjir Grobogan Jawa Tengah Rendam 9 Kecamatan, Warga Rekam Air Hampir Atap di Pulokulon
“Lebih butuh jembatan atau MBG?” tanyanya kepada para siswa yang sedang menyeberangi sungai dan kompak terdengar jawaban jembatan dari mereka.
Ia kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan untuk membandingkan program secara negatif, melainkan menggambarkan kondisi riil di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat yang sulit dijangkau distribusi bantuan.
Menurutnya, lokasi di Parigi Moutong belum dapat diakses secara optimal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
“Postingan ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun, Pemerintah Pusat ada 2 program MBG dan jembatan, kebetulan kami berada di pelosok yang sulit diakses SPPG,” terangnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan 1447 H, Harga Cabai Tembus Rp90.000 per Kilo Gram di Kota Tasikmalaya
“Jadi, kalau MBG nggak dapet, setidaknya program jembatan bisa terealisasi untuk siswa kami,” lanjutnya.