daerah

Puasa Ramadan di Tenda Pengungsian Aceh Tamiang, Warga Berharap Dapur Umum Tetap Ada

Rabu, 18 Februari 2026 | 07:58 WIB
Puasa Ramadan di tenda pengungsian Aceh Tamiang penuh harap, korban banjir minta dapur umum. (Internet/linggg.pdf)

 

ACEH, Mediapriangan.com - Suasana puasa Ramadan tahun ini menjadi ujian berat bagi warga Aceh Tamiang. Mereka menjalani puasa Ramadan bukan di rumah sendiri, melainkan di tenda pengungsian setelah bencana banjir dan longsor melanda pada akhir November 2025.

Di sejumlah titik tenda pengungsian Aceh Tamiang, aktivitas sahur dan berbuka berlangsung dengan keterbatasan. Para korban banjir masih beradaptasi dengan kondisi darurat, sementara sebagian relawan mulai kembali ke daerah masing-masing.

Ramadan 2026 sendiri diumumkan Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara pemerintah melalui sidang isbat menetapkan awal puasa Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga: Sidang Isbat Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah 19 Februari 2026, Hilal Ramadan Tak Penuhi Kriteria MABIMS

Apa pun perbedaannya, bagi warga Aceh Tamiang yang tinggal di tenda pengungsian, tantangan yang dihadapi tetap sama.

Salah satu kisah datang dari seorang ibu yang curhatnya dibagikan relawan melalui media sosial pada 17 Februari 2026.

Ia mengaku puasa Ramadan kali ini terasa jauh lebih berat karena harus mengenalkan ibadah tersebut kepada anak-anak di tengah kondisi serba terbatas di tenda pengungsian.

“Berat kali Ramadan kali ini, dengan kondisi mau ngajar anak bulan Ramadan tapi dengan kondisi rumah nggak ada, di tenda yang panas, yang terik,” ucap ibu tersebut.

Baca Juga: Viral Lapangan padel di Haji Nawi Jaksel, Warga Keluhkan kebisingan hingga Tengah Malam

“Dari kecil kita ajarkan dia untuk berpuasa kalau bulan Ramadan itu wajib, ngelatih,” lanjutnya,

Di tengah status sebagai korban banjir, ia berharap tetap bisa membimbing anak-anaknya memahami makna puasa Ramadan meski tanpa kenyamanan rumah sendiri di Aceh Tamiang.

Dalam video berdurasi singkat itu, ia juga menyampaikan harapan dan permohonan doa agar keluarganya diberi kekuatan menjalani bulan suci di tenda pengungsian.

“Tapi ya begini, Insya Allah lah. Minta doa dari semua yang ada, yang melihat ini. Kami minta doa untuk berikan kami kesabaran dan ketabahan. Kesehatan terutama untuk menyambut bulan Ramadan,” paparnya.

Baca Juga: Kepengurusan DKM Nurul Berkah Berganti, H Jenal Aripin Pimpin DKM Periode 2026-2031

Halaman:

Tags

Terkini