TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, menerbitkan surat himbauan resmi kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Himbauan bernomor 10/DP-K.TSM/II/2026 tersebut ditandatangani Ketua Umum MUI Kabupaten Tasikmalaya, Drs. KH. Acep Thohir Fuad, dan Sekretaris Umum, H. Manaf M. Yazid, M.Si, tertanggal 16 Februari 2026 atau bertepatan dengan 28 Sya’ban 1447 H di Singaparna.
Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Acep Thohir Fuad, mengatakan bahwa momentum Ramadhan harus disambut dengan penuh suka cita dan dijadikan sarana peningkatan kualitas keimanan serta kepedulian sosial.
Baca Juga: Jelang Ramadan 1447 H, Harga Cabai Tembus Rp90.000 per Kilo Gram di Kota Tasikmalaya
“Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Kami mengajak seluruh kaum Muslimin untuk memakmurkan masjid, menghidupkan shalat berjamaah, shalat tarawih, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an,” ujar KH. Acep.
Ia menegaskan, puasa Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran lahir dan batin. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan keikhlasan akan membentuk pribadi yang jujur dan menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan.
Dalam himbauannya, MUI juga mengingatkan umat Islam agar menghindari segala perbuatan yang dapat mencederai ibadah dan menodai kesucian bulan Ramadhan.
Selain itu, Ramadhan diminta dijadikan sebagai wasilah memperkuat cinta kepada bangsa dan mempererat ukhuwah di tengah keberagaman.
“Perbedaan agama, ras, suku bahkan pilihan politik jangan sampai menghilangkan rasa cinta kepada sesama. Orang mukmin harus mampu mencintai dan menghargai sesama dalam keberagaman,” tegasnya.
MUI Kabupaten Tasikmalaya juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan sedekah agar memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT. Di sisi lain, seluruh komponen masyarakat dan pemerintah diminta menjaga kondusivitas daerah selama bulan Ramadhan.
“Kami mengimbau agar masyarakat mengedepankan sikap santun dan beradab, serta menjauhi sikap tatharruf atau ekstremisme. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” kata KH. Acep.
Tak kalah penting, MUI mengajak umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah melalui Badan Amil Zakat atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setempat agar penyalurannya lebih tertib dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
Qadha Puasa Ramadan atau Puasa Syawal, Mana Dulu yang Harus Dikerjain? Yuk Cari Tahu Jawabannya!
Proliga 2026 Resmi Diluncurkan, PBVSI Terapkan Best of Three di Grand Final dan Ada Jadwal Khusus Bulan Ramadan
MBG Ramadan 2026 Tetap Jalan, Skema Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Muslim hingga Ibu Hamil Terungkap
Ramadan Kian Dekat, Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Masih Bertahan di Tenda Pascabanjir
Aksi Sosial Doervoer di Ciamis, Donor Darah dan Santunan Jelang Ramadan 1447 Hijriah
Jelang Ramadan 1447 H, Penjual Bunga Musiman di TPU Cieunteung Tasikmalaya, Kantongi Omset Hingga Jutaan per Hari