Produksi Kue Keranjang Khas Imlek di Kota Tasikmalaya Tak Lagi Menguntungkan

photo author
- Selasa, 17 Februari 2026 | 17:19 WIB
Mensen, pengrajin kue keranjang, tampak membereskan kue khas Imlek jawadah korang di tempat produksinya yang berlokasi di Jalan Selakaso, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (17/2/2026). (Dok. Asep M.S)
Mensen, pengrajin kue keranjang, tampak membereskan kue khas Imlek jawadah korang di tempat produksinya yang berlokasi di Jalan Selakaso, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (17/2/2026). (Dok. Asep M.S)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Produksi kue keranjang atau jawadah korang khas Imlek di Kota Tasikmalaya kini tak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.

Banyak perajin yang mengaku pembuatan kue keranjang hanya untuk mempertahankan tradisi saja karena kalau dari sisi bisnis sudah tidak menguntungkan.

Akibatnya, pengrajin kue keranjang khas imlek di Kota Tasikmalaya sudah tidak banyak seperti dulu. Bahkan kalaupun yang masih memproduksi, biasanya memproduksi dalam jumlah sedikit.

Baca Juga: Jelang Ramadan 1447 H, Harga Cabai Tembus Rp90.000 per Kilo Gram di Kota Tasikmalaya

Menurut para perajin, hal itu disebabkan pasar yang tidak sebanyak dulu termasuk dampak dari melonjaknya harga bahan baku berupa beras ketan dan gula pasir sebagai bahan pokok pembuatan kue.

Dengan kondisi tersebut, para pengrajin kue imlek atau jawadah korang mengaku, usaha pembuatan jawadah korang saat ini tak lagi menguntungkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Mensen (55) salah seorang pengrajin kue keranjang di Kota Tasikmalaya mengaku, untuk tahun ini ia terpaksa mengurangi jumlah produksi kue dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya Diserbu Jelang Ramadan 1447 H, Tradisi Munggahan Dongkrak Kunjungan

Beberapa tahun lalu, ia mengaku masih mampu memproduksi kue keranjang hingga 1.000 kilogram atau sekitar 1 ton dalam satu musim produksi.

Namun pada perayaan Imlek tahun ini, jumlah tersebut terpaksa dikurangi. Ia hanya memproduksi 500 kilogram atau setengah ton kue keranjang.

Menurut Mensen, penurunan produksi ini hampir terjadi setiap tahun. Saat ditemui di rumah produksi kue miliknya yang berlokasi di Jalan Selakaso, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Indonesia ASRI dan Tasik Resik Digencarkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya Bersih-bersih Pasar Cikurubuk

"Harga ketan tahun ini sudah mencapai Rp 20.500/kg, tahun sebelumnya hanya Rp 17.000 saja. Belum lagi gula pasir juga naik jadi Rp 17.500/kg, "ujar Mensen, Selasa (17/2/2026).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X