RIAU, Mediapriangan.com - Penanganan kasus pembacokan mahasiswi di UIN Suska Riau kini memasuki tahap penyidikan mendalam. Aparat memastikan pelaku telah diamankan dan korban dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa pembacokan mahasiswi itu terjadi di lingkungan kampus UIN Suska Riau pada Kamis pagi, 26 Februari 2026, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu korban berinisial FAP tengah menunggu giliran seminar proposal di lantai dua gedung Fakultas Hukum Syariah.
Insiden di UIN Suska Riau tersebut sontak memicu kepanikan mahasiswa dan dosen. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan lengan akibat serangan senjata tajam yang dibawa pelaku.
Baca Juga: Tuah Alessandro Lodi Bawa Gresik Phonska Plus Sapu Bersih Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026
Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa pembacokan mahasiswi itu bukan tindakan spontan. Pelaku berinisial R disebut telah mempersiapkan senjata sebelum mendatangi korban.
“Pelaku R ini sudah sengaja punya niat untuk melakukan penganiayaan dengan membawa beberapa bilah parang maupun golongan, jadi senjata tajam,” ucap Pandra kepada media didampingi pihak kampus dan keluarga korban.
“Jadi, pada saat itu dia langsung menghampiri korban dan langsung mengakibatkan adanya luka-luka,” imbuhnya.
Baca Juga: OJK Setujui Merger Empat BPR di Priangan Timur, Perkuat Permodalan dan Layanan untuk UMKM
Dalam pengungkapan sementara, polisi menduga motif asmara menjadi latar belakang pembacokan mahasiswi tersebut. Korban dan pelaku diketahui saling mengenal sebelum kejadian di UIN Suska Riau itu terjadi.
“Mereka saling berkenal ya, motifnya ingin suatu hubungan yang lebih dekat. Artinya sudah ada niat pelaku itu untuk menganiaya karena ada latar belakang,” paparnya.
“Tentu kami akan dalami, khususnya penyidik tapi perkara ini adanya niat pelaku untuk melakukan suatu tindakan melukai atau penganiayaan dengan rasa dendam atau sakit hati,” terangnya.
Baca Juga: Habiskan Rp13 Miliar, Rusunawa Asrama Polisi Bojong Resmi Difungsikan