Dalam video tersebut, ia juga mengingatkan bahwa MBG bukan sekadar program gratis. Menurutnya, makan bergizi gratis itu bersumber dari pajak rakyat yang dihimpun melalui APBN.
“MBG jangan dianggap gratis, Rp15.000 itu dari pajak rakyat, dari guru. Gajinya pada dipotong, tau nggak? Gaji kami yang dulu dipotong 15 persen sekarang 16 persen, yang kemarin 5 persen, sekarang 6 persen karena untuk MBG,” terangnya.
“Kayak gitu kok dikasih begini. Gimana? Mau saya laporkan ke satgas karena saya punya bukti dan video,” sambungnya.
Ia juga menegaskan perlunya pembenahan dari pihak penyelenggara MBG di Salatiga agar kualitas menu makan bergizi gratis sesuai standar yang dijanjikan.
“Bagaimana? Mau beri yang terbaik atau saya pindah? Kalau beri yang terbaik, akan dinilai terus. Jangan main-main, saya udah 3 kali 4 kali komplain,” tegasnya.
Baca Juga: Drama Proliga 2026 Seri Bogor, Rekap Lengkap Hasil Pertandingan Penentu Final Four Putri
Belakangan, Jumarti menjelaskan bahwa video MBG tersebut awalnya dibuat sebagai dokumentasi internal. Ia mengaku tidak menyangka rekaman itu menyebar luas di media sosial.
Meski demikian, ia menyebut setelah kejadian tersebut pihak SPPG telah melakukan perbaikan terhadap kualitas MBG di Salatiga.
“Tujuan saya itu adalah agar SPPG itu berbenah. Tidak saya yang memberikan masukan terus. Ini sudah terjadi ya harus dihadapi,” tandasnya.***