Dalam rekaman tersebut, pria tunanetra terlihat mengikuti jalur guiding block yang terpasang di trotoar. Namun, alur yang tidak lurus dan bercabang membuatnya beberapa kali berhenti dan tampak ragu menentukan arah di kawasan Cikini.
Video itu memperlihatkan bagaimana jalur guiding block justru membingungkan pengguna, karena desainnya berkelok dan tidak konsisten.
Baca Juga: Viral menu rapelan MBG di Sleman, beda porsi dan harga jadi sorotan jelang libur sekolah
Kondisi ini menyebabkan pria tunanetra sempat keluar dari jalur yang seharusnya membantunya menuju halte.
“Perekam menanyakan tujuannya dan diketahui ia mengira telah tiba di halte bus,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Fenomena ini memicu reaksi warganet yang menilai fasilitas guiding block di Cikini belum ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
“Itu dipasang lurus juga bisa, kenapa dibuat belok-belok??” tulis akun @ucc***p
Baca Juga: ICCN Dukung Film Pelangi di Mars, Ajak Publik Nonton Karya Anak Bangsa yang Inspiratif
“Maksudnya apa dipasang belok gitu? Udah nggak bisa lihat, kayak gini malah bikin tersesat,” tulis akun @uci***t
“Fasilitas di Indonesia masih belum ramah buat penyandang disabilitas, semoga makin diperhatikan,” tulis akun @arg****1
Kritik tersebut kemudian diarahkan kepada pemerintah daerah. Sejumlah warganet bahkan menandai pihak terkait agar segera mengevaluasi pemasangan guiding block di wilayah Cikini.
Baca Juga: Acha Septriasa Soroti Program MBG, Ajak Publik Kritis soal Pajak Rakyat hingga Viral di Medsos
Menanggapi hal itu, Bina Marga Jakarta memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa perbaikan telah dilakukan terhadap jalur guiding block yang dinilai membingungkan bagi tunanetra.
“Terima kasih atas informasinya. Terkait aduan posisi guiding block yang berkelok tersebut sudah kami tindak lanjuti pada Rabu,18 Maret siang,” tutur pihak Bina Marga.