"Ini akan menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan perputaran uang di daerah," tambahnya.
Meski demikian, polemik yang melibatkan pemilik SPPG Bengkulu dan kasus joget Rp6 juta tetap menimbulkan kekhawatiran publik terhadap pelaksanaan program MBG secara keseluruhan.
Baca Juga: Mobil BYD M6 Masuk Kolam Bundaran HI, Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Tunggal Sopir Taksi Online
Sejumlah kalangan mulai menyoroti pentingnya etika, transparansi, dan profesionalisme dalam menjalankan program MBG, terutama karena program ini menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Kontroversi yang terus bergulir membuat pemantauan terhadap pemilik SPPG Bengkulu dan implementasi program MBG di daerah semakin ketat. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak terkait mengenai polemik joget Rp6 juta tersebut.
Situasi ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap program MBG sangat dipengaruhi oleh perilaku para pelaksananya di lapangan, termasuk pemilik SPPG Bengkulu yang kini berada dalam sorotan tajam.***