BENGKULU, Mediapriangan.com - Polemik terkait pemilik SPPG Bengkulu kembali mencuat di ruang publik. Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada aksi joget Rp6 juta yang sebelumnya viral, tetapi juga pada respons yang memicu reaksi luas dari warganet terhadap program MBG.
Perdebatan mengenai program MBG semakin menguat setelah pemilik SPPG Bengkulu secara terbuka menyampaikan pembelaan terhadap pihak yang terlibat dalam video joget Rp6 juta. Pernyataan tersebut memantik gelombang kritik baru di media sosial.
Sebelumnya, aksi joget Rp6 juta yang dilakukan di lingkungan dapur program MBG telah memicu kecaman publik. Video tersebut dianggap tidak mencerminkan etika, terlebih karena disertai klaim pendapatan yang dinilai sensitif di tengah program pemerintah.
Dalam perkembangan terbaru, pemilik SPPG Bengkulu justru mengambil posisi berbeda. Ia menilai reaksi publik terhadap kasus joget Rp6 juta terlalu berlebihan dan dipenuhi prasangka negatif terhadap program MBG.
Melalui unggahan di media sosial, ia menyampaikan kritik balik kepada warganet.
"Kalian (netizen) yang sering suudzon, berhati busuk, dengki," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "(Netizen) mengatakan program ini hanya proyek para petinggi, apa kalian tidak berpikir?"
Pernyataan tersebut semakin memperkuat kontroversi, terutama karena disampaikan di tengah sorotan terhadap program MBG yang sedang berjalan di berbagai daerah, termasuk melalui pemilik SPPG Bengkulu.
Tidak hanya itu, dalam penjelasannya, pemilik SPPG Bengkulu juga mencoba meluruskan persepsi soal angka joget Rp6 juta yang sempat ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan keuntungan bersih.
Menurutnya, pendapatan yang disebut dalam kasus joget Rp6 juta masih harus dialokasikan untuk berbagai kebutuhan operasional dapur program MBG, termasuk investasi pembangunan fasilitas.
Di sisi lain, ia menilai program MBG membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Ia menyebut adanya peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
"Para petani sekarang bergairah, petani sayur mulai menambah lahan. Peternak telur dan ayam juga sudah bersiap," terangnya.
Artikel Terkait
Destinasi Wisata Pangandaran Dipantau Live CCTV saat Lebaran 2026, Wisatawan Bisa Cek Gerbang Utama Real-Time
Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi Angkat Peran Pesantren Cikanyere di Milad ke-171, Soroti Pendidikan Keagamaan
Dampak Pemangkasan TKD, Pemkot Tasikmalaya Wacanakan Pengurangan PPPK
Bojan Hodak Bela Beckham Putra di Timnas Indonesia, Dinilai Layak Bangkit di FIFA Series 2026
Pesta Rakyat Ponpes Ora Aji Diserbu Ribuan Warga, Gus Miftah Tegaskan Makna Silaturahmi Idul Fitri 2026
Viral Kontrakan Penuh Sampah di Tangsel, Pemilik Syok Usai Cek Kamar Penyewa 7 Tahun Saat Mudik