“Keadaan sudah banjir dan menggenang ke dapur. Setelah angin dan hujan cukup mereda, baru kita berani keluar kamar, bersihin air di gudang,” sambungnya.
Air yang masuk ke dalam rumah bahkan mencapai beberapa ember penuh. Setelah badai berlalu, warga sekitar terlihat mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa kerusakan, termasuk pohon tumbang dan ranting yang berserakan akibat hujan deras angin kencang.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Barat, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Cikarang Selatan. Sejumlah wilayah lain juga terdampak cuaca ekstrem ini, termasuk Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Bandung.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi hujan deras angin kencang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat perubahan cuaca berlangsung cepat yang berpotensi memicu badai rusak rumah di berbagai wilayah.***