TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Gelombang optimisme menyelimuti seluruh atlet dan official National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya saat acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus memantapkan langkah menuju Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) Jawa Barat VII Tahun 2026 yang digelar di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, beserta jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa melainkan menjadi momentum "pemanasan" bagi kontingen bayangan yang akan membawa nama harum daerah di ajang olahraga disabilitas bergengsi tersebut.
Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Ukun Rukaendi, menegaskan bahwa kekuatan mental para atlet adalah kunci utama. Hal ini tercermin dalam tema besar yang diusung yakni "Jangan hitung apa yang hilang dari tubuhmu, tapi hitunglah apa yang tersisa".
"Alhamdulillah acara berjalan lancar. Tema ini menjadi pengingat bagi kami semua untuk fokus pada potensi dan talenta yang dimiliki para atlet, melampaui keterbatasan fisik," ujar Ukun usai kegiatan.
Saat ini, NPCI Kabupaten Tasikmalaya tengah menanti ketetapan Surat Keputusan (SK) resmi. Ukun juga mengungkapkan bahwa persiapan sudah mencapai 99 persen dengan kekuatan sekitar 40 atlet yang terdiri dari kombinasi atlet internasional dan bibit potensial.
"Dimana atlet yang belum berhasil pada ajang sebelumnya akan menjalani pelatihan intensif (digembleng) selama satu tahun ke depan untuk memastikan mereka mampu meraih prestasi maksimal," Katanya.
Untuk cabang olahraga Atletik dan Tenis Meja kata dia, menunjukkan progres yang sangat signifikan dan diprediksi menjadi lumbung medali.
Sesuai aturan, atlet level internasional hanya diperbolehkan turun di satu nomor pertandingan. Hal ini memberikan ruang bagi atlet lokal untuk bersinar di kelasnya masing-masing.
Kehadiran Bupati Cecep Nurul Yakin dan jajaran SKPD menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi para pejuang olahraga ini.
Kehadiran pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa sektor olahraga disabilitas mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas pendukung.