daerah

Pemkab Tasikmalaya Genjot TPST, Wabup Instruksikan Satgas Sampah hingga Desa

Jumat, 24 April 2026 | 17:34 WIB
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Tahun 2026 bersama seluruh camat di Oproom Setda Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (23/4/2026). (Dok, Dishubkominfo)

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.

“Framing harus kita ubah. Sampah bukan lagi sumber bencana, tetapi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, bernilai, bahkan membawa berkah jika dikelola dengan benar,” tegasnya.

Melalui percepatan pembangunan TPST sambung Asep Sopari, pembentukan Satgas di tingkat kecamatan, serta penguatan peran masyarakat dari hulu, Pemkab Tasikmalaya optimistis pengelolaan sampah akan menjadi lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi lingkungan maupun peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: PT BPR Artha Galunggung Borong Penghargaan Nasional, Bupati Cecep Nurul Yakin Bangga BUMD Kabupaten Tasikmalaya

Instruksi tersebut langsung mendapat respons positif dari para camat, salah satunya dari Camat Bantarkalong, Winardi yang mengklaim kebijakan itu sejalan dengan upaya yang telah dilakukan di wilayahnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya selama ini mendorong delapan pemerintah desa di Bantarkalong untuk mengalokasikan dana desa dalam penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, termasuk armada pengangkut.

“Kami dorong setiap desa memiliki kendaraan operasional agar sampah tidak lagi menumpuk di sembarang tempat,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Winardi, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan investor swasta yang siap menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk pengelolaan sampah berbasis teknologi. Kerja sama ini diharapkan mampu mengubah sampah menjadi komoditas bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Baca Juga: Kalisha Tebar 1.000 Mukena, Jangkau 70 Desa di Kabupaten Tasikmalaya

Sementara itu, Camat Sodonghilir, Asep Priatin Saputra, menilai rencana pembangunan TPST oleh Pemkab Tasikmalaya akan menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan sampah.

“Seiring pertumbuhan penduduk, ancaman sampah semakin nyata. TPST akan menjadi jawaban konkret ke depan,” katanya.

Di wilayahnya, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, terutama terkait pemilahan sampah organik dan non-organik, serta pelibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan sampah secara bijak.***

Halaman:

Tags

Terkini