TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Puncak acara The Memory of Galunggung (MOG) 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus kebangkitan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam penutupan yang berlangsung Minggu (26/4/2026), Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan, tragedi masa lalu Gunung Galunggung kini telah bertransformasi menjadi kekuatan baru di sektor pariwisata dan budaya.
Bupati menyampaikan, rangkaian kegiatan MOG 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan kolektif untuk bangkit dari bencana menjadi peluang.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Minta Respons Cepat Keluhan Pelanggan, Perumda Air Minum Harus Lebih Sigap
Berbagai agenda digelar, mulai dari istighosah dan doa bersama, Galunggung Silat Fest, Galunggung Trail Run & Camp, peluncuran buku sejarah, hingga pertunjukan musik dan pembagian doorprize.
“Dari bencana yang pilu, lahir daya yang abadi. Dari abu panas, tumbuh tunas harapan,” ujar Bupati, menggambarkan semangat transformasi yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, Gunung Galunggung bukan sekadar bentang alam, melainkan simbol pembelajaran hidup tentang ketangguhan dan kebangkitan.
Pemerintah daerah pun berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan penguatan daya saing daerah.
Salah satu langkah strategis yang disorot adalah rencana reaktivasi Stasiun Kereta Api Rajapolah untuk meningkatkan aksesibilitas wisata.
Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti penerangan jalan umum (PJU) terus ditingkatkan guna mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah, Dongkrak IPM hingga Angka 70,76
Di sektor pariwisata, Pemkab Tasikmalaya juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Perum Perhutani dan PT Palawi Risorsis, untuk mengembangkan destinasi berbasis ekowisata.